PADANG PARIAMAN
Masyarakat Nagari Tandikat berharap sebaiknya eksploitasi batu-batu besar yang digunakan untuk grip pemecah ombak di Kota Pariaman dihentikan. Karena masyarakat setempat takut, kalau dibiarkan terus menerus tentunya akan menimbulkan bencana.
Duka masyarakat setempat belum terobati, akibat gempa 30 September 2009 yang lalu, dimana telah merenggut ratusan nyawa manusia, akibat tenggelamnya tiga korong di Tandikat. Jangan jangan nantinya timbul lagi bencana, akibat batu besar kata masyarakat setempat sebagai 'pasak bumi' telah habis.
Berdasarkan pantauan sumbarONLINE.com, setiap harinya ratusan kubik batu batu besar dibawa setiap harinnya menuju Kota Pariaman dan Sunur digunakan untuk penimbun laut yang disusun sebagai pemecah ombak.
Disamping akan merusak Nagari Tandikat, akibat muatan yang berlebihan tersebut, juga dapat mengakibatkan rusaknya jalan lingkar Tandikat - Koto Mambang. Permasalahan ini kiranya perlu mendapat perhatian dari Pemerintah Propinsi Sumatera Barat maupun Pemerintah Kabupaten Padangpariaman sendiri.
"Batu batu sebesar rumah tersebut, adalah pasak bumi. Kalau batu batu itu telah habis nantinya. Tentu daerah tersebut akan mudah dihantam galodo maupu banjir bandang. Atau bisa bisa nantinya sebagian nagari Tandikat akan tenggalam karena tidak ada lagi batu untuk penahan permukaan tanah. Untuk itu, saya berharap sebaiknya proyek ini dihentikan saja," ungkap Zul, salah seorang masyarakat setempat berharap. darwisman
Masyarakat Nagari Tandikat berharap sebaiknya eksploitasi batu-batu besar yang digunakan untuk grip pemecah ombak di Kota Pariaman dihentikan. Karena masyarakat setempat takut, kalau dibiarkan terus menerus tentunya akan menimbulkan bencana.
Duka masyarakat setempat belum terobati, akibat gempa 30 September 2009 yang lalu, dimana telah merenggut ratusan nyawa manusia, akibat tenggelamnya tiga korong di Tandikat. Jangan jangan nantinya timbul lagi bencana, akibat batu besar kata masyarakat setempat sebagai 'pasak bumi' telah habis.
Berdasarkan pantauan sumbarONLINE.com, setiap harinya ratusan kubik batu batu besar dibawa setiap harinnya menuju Kota Pariaman dan Sunur digunakan untuk penimbun laut yang disusun sebagai pemecah ombak.
Disamping akan merusak Nagari Tandikat, akibat muatan yang berlebihan tersebut, juga dapat mengakibatkan rusaknya jalan lingkar Tandikat - Koto Mambang. Permasalahan ini kiranya perlu mendapat perhatian dari Pemerintah Propinsi Sumatera Barat maupun Pemerintah Kabupaten Padangpariaman sendiri.
"Batu batu sebesar rumah tersebut, adalah pasak bumi. Kalau batu batu itu telah habis nantinya. Tentu daerah tersebut akan mudah dihantam galodo maupu banjir bandang. Atau bisa bisa nantinya sebagian nagari Tandikat akan tenggalam karena tidak ada lagi batu untuk penahan permukaan tanah. Untuk itu, saya berharap sebaiknya proyek ini dihentikan saja," ungkap Zul, salah seorang masyarakat setempat berharap. darwisman

Tidak ada komentar:
Posting Komentar