Powered By Blogger

tampilan jam

Minggu, 05 Februari 2012

pituah minang


PITUAH


Nak Urang koto ilalang
Nak lalu ka pakan Baso
Malu jo sopan kok lah ilang
Habihlah raso jo pareso

Nan ado samo dimakan
Nan indak samo dicari
Kok Jauah kana mangana
Kok dakek jalang manjalang

Adat babarih babalabeh
Baukua jo bajangko
Tungku nan tigo sajarangan
Patamo banamo alua jo patuik

Kaduo banamo anggo tanggo
Katigo banamo raso pareso
Tungku nan tigo sajarangan
Patamo banamo alua patuik

Kaduo banamo anggo tanggo
Katigo banamo raso pareso
Balabiah ancak ancak
Bakurang sio sio

Diagak mangko diagiah
Dibaliak mangko dibalah
Bayang bayang sapanjang badan
Dalam awa akhia mambayang

Dalam baiak kanalah buruak
Dalam galak tangih ka tibo
Hati gadang hutang kok tumbuah
Bundo kanduang

Limpapeh rumah nan gadang
Amban puruak pegangan kunci
Amban puruak aluang bunian
Pusek Jalo kumpulan tali

Hiasan dalam nagari
Jikok kato bamulo dari hati
Yo ka hati juo ka masuaknyo
Jikok kato bamulo dari lidah
Talingo sajo parantiannyo

Rabu, 21 Desember 2011

nagari tandikat

PADANG PARIAMAN
Masyarakat Nagari Tandikat berharap sebaiknya eksploitasi batu-batu besar yang digunakan untuk grip pemecah ombak di Kota Pariaman dihentikan. Karena masyarakat setempat takut, kalau dibiarkan terus menerus tentunya akan menimbulkan bencana. 

Duka masyarakat setempat belum terobati, akibat gempa 30 September 2009 yang lalu, dimana telah merenggut ratusan nyawa manusia, akibat tenggelamnya tiga korong di Tandikat. Jangan jangan nantinya timbul lagi bencana, akibat batu besar kata masyarakat setempat sebagai 'pasak bumi' telah habis.

Berdasarkan pantauan sumbarONLINE.com, setiap harinya ratusan kubik batu batu besar dibawa setiap harinnya menuju Kota Pariaman dan Sunur digunakan untuk penimbun laut yang disusun sebagai pemecah ombak. 

Disamping akan merusak Nagari Tandikat, akibat muatan yang berlebihan tersebut, juga dapat mengakibatkan rusaknya jalan lingkar Tandikat - Koto Mambang. Permasalahan ini kiranya perlu mendapat perhatian dari Pemerintah Propinsi Sumatera Barat maupun Pemerintah Kabupaten Padangpariaman sendiri.

"Batu batu sebesar rumah tersebut, adalah pasak bumi. Kalau batu batu itu telah habis nantinya. Tentu daerah tersebut akan mudah dihantam galodo maupu banjir bandang. Atau bisa bisa nantinya sebagian nagari Tandikat akan tenggalam karena tidak ada lagi batu untuk penahan permukaan tanah. Untuk itu, saya berharap sebaiknya proyek ini dihentikan saja," ungkap Zul, salah seorang masyarakat setempat berharap. darwisman

Jumat, 02 Desember 2011

kerambit

kerambit adalah senjata tradisional minangkabau, biasanya dipergunakan untuk silat harimau karena senjata karambit ini mirip dengan taring harimau, sayatan karambit bisa memutuskan urat-urat saraf pada bagian yang terkena sayatan karambit, senjata ini sudah mulai dikenal di manca negara,bentuk nya mirip seperti bumerang namun pada gagangnya ada pengait yang bisa digunakan sebagai tumpuan dalam genggaman tangan.

pada silat harimau,senjata karambit di pelajari dulunya bagi datuk atau petinggi pejabat pada masa dulunya,namun sekarang sudah dipopulerkan guna mengantisipasi kelangkaan budaya minangkabau nantinya,dengan demikian timbul semangat untuk melestarikan budaya bangsa, para pandeka silat harimau memainkan karambit dengan lincah penuh kosentrasi agar tidak terjadi cedera pada saat memainkan senjata ini. dalam latihan bertarung menggunakan karambit di butuhkan 2 orang peraga untuk mengaplikasikan gerakan silat dengan tujuan memudahkan pemahaman penggunaan alat bagi pandeka muda yang baru belajat senjata karambit, awalnya dipelajari teknik memainkan karambit dengan satu tangan,memutar,menyabet,memasukan ke dalam sarung senjata, kemudian baru bertahap masuk kedalam langkah dasar silat harimau,hingga pandeka muda kenal dengan gaya silat harimau,melompat,bantingan, sapuan cengraman, dan dorongan. setelah mahir para pesilat baru masuk ke gerakan silat pertarungan yang bertujuan mengaplikasikan serta memahami arti dari semua gerakan silat.
memainkan karambit perlu naluri batin tersendiri hingga mencapai kosentrasi penuh seperti bertarung sungguhan dengan harimau hingga diperoleh gerakan silat harimau dalam memainkan karambit dengan tajam dan sempurna, baik itu ketajaman mata, gaya cengraman dan lentingan lompatan harus pas pada sasaran yang dituju,kalau tidak berhati-hati bisa melukai pemain silat itu sendiri,dalam latihan silat harimau menggunakan senjata harus asli tidak boleh menggunakan senjata palsu seperti senjata mainan,terbuat dari kayu atau bahan yang tidak melukai,hal demikian bertujuan agar para pesilat membiasakan diri berhadapan langsung dengan senjata tajam dan akirnya mental keberanian dalam bertarung bebas tidak timbul rasa takut.
silat harimau tidak dituntut kemampuan fisik semata namun juga keberanian yang tinggi,dalam ujian akhir para pesilat di uji kemampuannya mulai dari pemahaman silat,gerakan silat,dan uji nyali seperti mental di uji untuk memainkan silat harimau dengan mata ditutup dengan kain hitam kemudian memainkan gerakan silat pada tengah malam sekitar jam satu pagi,awalnya pesilat bermain silat dengan gurunya dalam keadaan mata tertutup,namun ditengah permainan silat dengan tiba-tiba posisi guru digantikan oleh seekor harimau karena banya pengalaman para pandeka muda mengalami mereka merasakan bulu halus dan bau seperti mengengat hidung,dalam kondisi demikian pesilat tidak boleh gentar dan takut dalam memainkan silat sampai akir gerakan,